Bhabinkamtibmas Polda Malut Dikerahkan Kawal DD

Polda Malut

BAGIKAN INFORMASI

Maluku Utara – Polda Maluku Utara mengerahkan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) sebagai pengawas penggunaan dana desa di daerahnya masing-masing. Rencananya setiap desa akan ditempatkan satu anggota Bhabinkamtibmas yang bertugas mengawal jalannya tahapan pengelolaan dana desa pada seluruh desa di Maluku Utara.

Hal ini disampaikan Kapolda Maluku Utara Brigadir Jenderal Polisi Achmat Juri, usai menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Optimalisasi peran Bhabinkamtibmas dalam rangka pengelolaan dana desa yang efektif, efisien dan akuntabel guna terciptanya situasi kamtibmas yang aman, nyaman dan kondusif, serta menjamin kelancaran pembangunan desa,” bersama sejumlah kepala desa, camat, dan anggota Bhabinkamtibmas yang berlangsung di Aula Mapolda, Kamis (2/11).

“Kita diperintahkan untuk mengamankan dana desa di desa-desa, makanya kita dampingkan para Bhabinkamtibmas tiap desa satu orang,” kata Kapolda Juri. Pelaksanaan tugas pengawalan yang juga berlaku di seluruh Indonesia ini kata Juri, bertujuan untuk mensukseskan program pemerintah sehingga pertumbuhan pembangunan di desa dapat lebih cepat dan kesejahteraan masyarakat pun ikut meningkat. “Untuk itu juga pekan depan saya akan jalan ke seluruh kabupaten kota, saya akan sosialisasikan,” kata Kapolda Juri.

Jenderal polisi bintang satu itu mengungkapkan, peran Bhabinkamtibmas dalam mengawal dana desa di mulai dari tahapan awal pencairan hingga realisasi dana tersebut berakhir pada laporan pertanggung jawaban. Sementara Polres dan Polda akan terus melakukan kontrol dari pengawalan tersebut. Olehnya itu dia menegaskan, kepada seluruh Bhabinkamtibmas yang dipercayakan mengemban tanggung jawab tersebut ditekankan agar tidak terlibat atau bekerja sama dengan pemerintah desa dalam menyalahgunakan dana desa.

“Kita tekankan bahwa tidak ada yang boleh terlibat di dalam konteks dengan dana desa, tidak boleh mereka menjadi bagian yang membuat dana desa tidak tersalur dan tidak termanfaatkan dengan baik, jadi mereka harus bersih dari permasalahan dengan desa, karena pasti kita akan tidak tegas, kita akan monitor itu,” tegasnya.

Disentil soal kasus dugaan pemotongan dana desa yang terjadi di Kabupaten Pulau Taliabu, Kapolda  mengatakan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan dan hasilnya apa benar terjadi pemotongan dan akan disampaikan jika telah naik status ke penyidikan.  “Kita sudah teliti kasus itu, dalam hal ini kita akan ambil kesimpulan dalam perkara itu apa?” tandasnya.

 

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close